Hidup dan Mati
Rasanya manusiawi bila kita berbahagia menyambut kelahiran dan bersedih menghadapi kematian. Apalagi dari orang yang sangat kita sayangi.
Hidup ..
Menurut gw pribadi, kelahiran dianggap sebuah kebahagiaan, karena ibu bapak kita merasa mereka telah berhasil memberikan sebuah kehidupan baru bagi seorang anak, setelah dengan ijin Tuhan tentunya, hingga sang bayi pun lahir. Mereka berbahagia melihat tangis sang bayi, yang artinya, ia lahir dengan sehat dan selamat. Mereka berbahagia dengan wajah mungil dan lucu sang bayi yang dapat memberikan mereka kelegaan dan kebanggaan sembari dalam hati berdoa “Tuhan, jadikanlah ia anak yang berbakti, bermanfaat bagi dirinya, keluarganya, dan bangsanya. Jadikanlah ia pribadi yang budiman dan selalu ingat akan Mu, Tuhan”. Mereka mengawalinya dengan memberikan nama yang tepat, nama yang baik, dan nama yang menurut mereka cocok dan layak. Mereka berbahagia menggendong dan mengasuh sang bayi dengan segala kemampuan, daya, upaya yang mereka miliki agar semua cita-cita dan harapan mereka terhadap sang bayi pun tercapai kelak. Mereka ikhlas dan bangga menjalani tahun demi tahun berganti saat sang buah hati berulang tahun. Mereka menganggapnya sebagai sebuah berkah dan anugerah terindah dari Yang Maha Kuasa. Mereka mensyukurinya. Pantas bukan, untuk berbahagia. Ataukah harus bersedih??
Bayi menangis saat Lahir. Ada yang beropini bahwa bayi menangis karena merasa kenyamanan nya terusik. Bahwa dunia ini memang tidak menyenangkan baginya. Bahwa hidup di dunia ini memang sangat sulit dan merepotkan. Gw tidak akan menilai bahwa opini itu benar atau salah. Karena kebenaran yang sesungguhnya hanya milik Allah SWT. Nah, menurut gw, bayi menangis tidak hanya merepresentasikan semua opini-opini tersebut. Bisa saja, sang bayi menangis karena ia memang harus menangis untuk memberikan bukti bahwa ia HIDUP. Berhubung saat kelahiran adalah saat pertama ia ada di dunia ini, tentu ia pun belum bisa berbicara layaknya kita saat ini. Dan tangisan adalah satu2nya cara untuk memberitahukan bahwa ia ada disana, hadir, mencoba untuk bernafas dan bertahan. Sesaat kemudian, dokter/suster serta orang tua akan berusaha menenangkan sang bayi, dan ia pun kemudian diam dan tenang. Hal ini memperlihatkan bahwa sang bayi kecil merasa nyaman dan tenang kembali. Semua itu berasal dari segala kasih sayang dan perhatian yang ia terima saat itu, untuk pertama kalinya, di hari pertama ia menatap dunia ini.
Mati ..
Kematian bukan hanya berakhirnya nyawa seseorang.Kematian adalah saat dimana seseorang harus meninggalkan dunia dan menuju ke tempat peristirahatan terakhirnya hingga akhir masa kelak. Sebuah gerbang menuju keabadian. Biasanya kita akan bersedih saat melihat seseorang meninggal/tewas/mati. Apalagi kalau kita mengenal dengan baik siapa beliau dan bagaimana tindak tanduk nya semasa masih hidup. Bila semasa hidupnya beliau sering berbuat salah dan dosa (menurut pengamatan kita pribadi), biasanya terlintas kata dan doa, “semoga diampuni dosa-dosanya dan dimudahkan ‘perhitungannya’ kelak”. Sebaliknya, bila semasa hidupnya almarhum sering berbuat kebaikan dan amal sholeh, “semoga dilapangkan di kuburnya. dan semoga masuk surga”. Sekali lagi, ini hanya sebuah contoh.
Tangisan. Hal yang paling sering kita jumpai saat kematian menimpa seseorang. Dan menurut gw, hal ini masih manusiawi. Mereka, keluarga yang ditinggalkan, tentunya akan merasa sedih saat seseorang yang begitu dekat dengan mereka, seseorang yang telah lama ada disamping mereka, seseorang yang begitu mereka sayangi kasihi dan cintai, tiba-tiba TIADA dan pergi menuju kehadapan sang pencipta. Apalagi kalau seseorang itu adalah orang yang selama ini menjadi tumpuan hidup bagi keluarga mereka dan orang banyak, seseorang yang selalu dengan ikhlas membantu sesamanya, seseorang yang tidak hanya teladan bagi dirinya, keluarganya, tetapi juga bagi orang banyak. Singkat kata, Almarhum adalah orang yang sangat BERHARGA bagi semua orang. Apakah saat seseorang itu menyandang titel ALMARHUM dan mereka yang ditinggalkan tidak boleh bersedih?? Menangis?? Ataukah justru bahagia??
———
postingan ini terinspirasi dari tulisan Merayakan Kematian. awalnya ingin memberikan komentar. Tetapi karena terlalu panjang, jadinya diposting ajah sekalian.. Okay..
———
Powered by ScribeFire.
danalingga berkata,
~ Sabtu ~ Juli 21, 2007 @ 9:55 am
saya juga setuju kalo kelahiran itu memang dirayakan, tapi dengan sudut pandang yang berbeda dengan mas ricky. Di mana sudut pandang saya adalah bahwa di dunia ini merupakan sarana bagi manusia untuk mencapai kesempurnaan. Jadi kelahiran tentu di sambut bahagia, dikarenakan merupakan awal manusia sehingga dapat belajar di kehidupan ini.
Yah manusiawi memang jika sudut pandangnya demikian. Tapi bagaimana bila:
saya dapat melihat kalo si mati sedang merayakan kebahagiaan telah berpulang ke rumah sejati.
apakah tidak manusiawi namanya jika saya turut merasakan kebahagiaan si mati?
Bukankah kita juga akan turut bahagia ketika orang terkasih merasakan kebahagiaan?
Begitu kira-kira garis besar pandangan saya. :mrgreeen:
erander berkata,
~ Sabtu ~ Juli 21, 2007 @ 12:41 pm
Menangis tidak selalu berarti sedih bukan? Bahagia juga dapat membuat orang menangis. Jadi ingat kata2 Malcolm X : “Seringkali ketika seseorang sedih (atau bahagia), ia tidak melalukan apa pun dan hanya menangis. Tetapi saat ia marah, ia akan melakukan perubahan.” Kita menangis karena terharu, bahagia dan sedih sebagai expresi hati yang bergejolak.
the23wind berkata,
~ Sabtu ~ Juli 21, 2007 @ 4:27 pm
ingettt broooo, hidup ada 2 kali, mati yang cuma sekali….soooo, bersiaplah untuk menhadapi kematian sebagai bekal di kehidupan berikutnya kelak yang lebih kekal…
deking berkata,
~ Sabtu ~ Juli 21, 2007 @ 6:30 pm
Hmmm sepertinya akhir2 ini banyak yang menulis tentang hidup-mati.
Menangis dan tertawa (tersenyum) manusiawi bagi manusia
Tetapi kenapa sering menangis dan tertawa (tersenyum) dalam waktu yg bersamaan dan untuk momen yang sama ya
affcell berkata,
~ Sabtu ~ Juli 21, 2007 @ 8:01 pm
ada bahagia juga ada sedih…
tak selamanya org bahagia maupun sedih..
hidup merupkan roda yg trs berputar….
salam kenal ,,,,,,
Liexs berkata,
~ Sabtu ~ Juli 21, 2007 @ 9:39 pm
Jangankan orang terdekat yang meninggalkan kita Mas. Lha hewan kesayangan atau tanaman kesayangannya kalau mati, pada dasarnya akan bersedih koq.
Menurut saya sah-sah saja bersedih, hanya saja kita tidak boleh menyalahkan yang membuat mati.
rickisaputra berkata,
~ Minggu ~ Juli 22, 2007 @ 8:08 pm
Luna Moonfang berkata,
~ Kamis ~ Juli 26, 2007 @ 10:40 am
ada quote jadul :